Analisa kasus Jaksa Umriani sebagai makelar kasus narkoba ( Etika dan tanggung jawab profesi hukum)

ANALISIS KASUS JAKSA UMRIANI SEBAGAI MAKELAR KASUS NARKOBA

 

  1. A.    POSISI KASUS

Umriani, seorang jaksa di Sumatera Utara terancam dipecat lantaran diduga menjadi makelar kasus dalam perkara narkotika jenis sabu-sabu. Demikian diungkapkan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendi. “Kalau terbukti pasti hukumannya berat,” ujar Marwan kepada wartawan, Kamis (19/8).

Kabar tentang jaksa Umriani memang santer di beberapa media. Pasalnya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Utara mengajukan pencopotan jaksa Umriani kepada Kejaksaan Agung.

Lebih jauh marwan menjelaskan pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan terhadap jaksa Umriani yang dilakukan oleh bidang pengawasan Kejati Sumut.   Marwan yang mantan Jampidsus ini menjelaskan jenis hukuman berat dapat dikenakan terhadap jaksa Umriani berupa pemberhentian dengan tidak hormat atau sebaliknya dengan hormat. Selain itu pembebasan dari jabatan fungsional ataupun struktural. “Saya masih menunggu laporan dari Kajati Sumut. Penurunan pangkat itu tergantung dari kadar kesalahannya yang terbukti nanti,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, babul Khoir Harahap menegaskan bahwa jaksa Umriani sejak lama tak pernah diberi amanah untuk menangani perkara. Pasalnya itu tadi, jaksa Umriani dapat ‘bermain’ dengan perkara yang dia tangani. Dijelaskan mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumut ini jaksa Umriani saat ini berstatus fungsional di intelijen Kejati Sumut.  “Dia memang jarang dikasih perkara, karena kita was-was,” ujarnya.

            Perlu diketahui, terbongkarnya ulah jaksa Umriani lantara keluarga Angling Yusuf yakni terdakwa dalam kasus narkoba lantaran tidak menerima hasil putusan sebagaimana yang dijanjikannya. Keluarga Angling mengaku telah memberikan uang Rp318 juta kepada jaksa Umriani dengan imbalan hukumannya di bawah 10 tahun.

Namun, pengadilan setempat mempunyai pandangan berbeda. Alhasil, putusan pengadilan terhadap Angling malah 10 tahun penjara. Nah, tak terima atas putusan tersebut, pihak keluarga Angling meminta kembali uang yang telah diberikan kepada jaksa Umriani. Namun, uang yang dikembalikan hanya Rp150 juta. Sementara sisanya sebesar Rp168 juta tak juga diterima keluarga Angling.

Pada tahun 2011, Jaksa umriani telah dicopot jabatannya oleh kejaksaan agung. Jaksa umriani terbukti menjadi makelar kasus narkoba terhadap keluarga Angling Yusuf. Dengan keputusan itu, jelasnya, Jaksa Umriani tidak bisa lagi mengikuti kegiatan penyidikan dan penuntutan.

  1. B.     ANALISIS KASUS

Kode etik profesi meupakan  norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi, yang mengarahkan atau member petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. Apalagi satu anggota kelompok profesi itu berbuat menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. oleh karena itu, kelompok profesi harus menyelesaikannya berdasarkan kekuasaanya sendiri. (Abdulkadirmuhammad, 1997:77).

Untuk kode etik profesi jaksa di Indonesia telah diatur dalam peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia nomor : PER-067/A/JA/07/2007 tentang kode etik jaksa. Dimana dalam Pasal 4 , Dalam melaksanakan tugas profesi, Jaksa dilarang:

  1. menggunakan jabatan dan/atau kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan/atau pihak lain;
  2. merekayasa fakta-fakta hukum dalam penanganan perkara;
  3. menggunakan kapasitas dan otoritasnya untuk melakukan penekanan secara fisik dan/atau psikis;
  4. meminta dan/atau menerima hadiah dan/atau keuntungan serta melarang keluarganya meminta dan/atau menerima hadiah dan/atau keuntungan sehubungan dengan jabatannya;
  5. menangani perkara yang mempunyai kepentingan pribadi atau keluarga, mempunyai hubungan pekerjaan, partai atau finansial atau mempunyai nilai ekonomis secara langsung atau tidak langsung;
  6. bertindak diskriminatif dalam bentuk apapun;
  7. membentuk opini publik yang dapat merugikan kepentingan penegakan hukum;
  8. memberikan keterangan kepada publik kecuali terbatas pada hal-hal teknis perkara yang ditangani.

Dalam kasus Jaksa Uraini terbukti melanggar kode etik jaksa dalam pasal 1 dan 4, dimana Jaksa Uraini menerima uang dari keluarga Angling Yusuf sebesar Rp. 318 Juta dengan imbalan hukum oleh Angling dibawah 10 tahun penjara. Namun dalam pelaksannanya Angling dihukum 10 tahun penjara dan uang yang dikembalikan hanya Rp 150 Juta. Hal ini membuktikan bahwa Jaksa Uraini menerima suap serta menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

Menggejalanya perbuatan professional yang mengabaikan kode etik profesi karena beberapa alasan yang paling mendasar, baik sebagai individu anggota masyarakat maupun karena hubungan kerja dalam organisasi, profesi. Menurut Abdulkadir Muhammad, terdapat beberapa alasan yang mengakibatkan profesi hukum mengabaikan kode etik porfesinya antara lain:

-          Pengaruh Jabatan

Seseorang mengabaikan kode etik profesinya karena merasa dikekang jika sebagai bawahan dan dituntut untuk menghormati dan taat setiap perintah yang dilakukan oleh atasan.

-          Pengaruh Konsumerisme

Seseorang mengabaikan kode etik profesinya karena melihat peningkatan akan kebutuhan yang tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima. Hal ini mendorong seseorang memperoleh penghasilan yang lebih besar melalui jalan pintas yaitu dengan mencari imbalan jasa dari pihak yang dilayaninya.

-          Pengaruh Lemah Iman

Seseorang mengabaikan kode etik profesinya karena tidak mempunyai benteng yang kuat akan ajaran agama. Sehingga menyebabkan tergoda dan tergiur dengan bermacam ragam bentuk materi di sekitarnya.

 

Dengan alasan tersebut, perlu ada suatu solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan kode etik profesi termasuk kode etik jaksa. Solusi yang bisa ditawarkan agar menciptakan penegakan kode etik profesi hukum yang baik antara lain:

  1. Terkait dengan jabatan, perlu ada sistem promosi jabatan berdasarkan merit system. artinya promosi jabatan bagi jaksa berprestasi dan rekam jejaknya baik. Bukan berdasarkan upeti yang diberikan kepada atasan atau bagian pembinaan dan kepegawaian yang sudah menjadi rahasia umum menjadi praktik yang lazim di kejaksaan.
  2. Terkait dengan konsumerisme, perlu diterapkan pemberlakuan sanksi sosial pada pelanggar kode etik profesi jaksa, sehingga bisa memberikan efek jera dan mencegah calon pelaku lainnya melakukan pelanggaran. Sanksi sosial itu, misalnya, pelaku dihukum kerja sosial, membersihkan jalanan dengan memakai pakaian pelanggar kode etik profesi dan ditonton oleh khalayak ramai di jalanan.
  3. Terkait dengan lemah iman, perlu diterapkan pendidikan agama yang baik. salah satu praktisnya bagi pelanggar kode etik dikirim ke pesantren bagi yang beragama islam, dan bagi yang non islam dapat dibimbing oleh pemimpin-pemimpin agama melalui asrama. Sehingga diharapkan dapat berbuat jujur dalam menjalankan profesi kerja masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

 

BUKU

Muhammad, Abdulkadir, 1997, Etika Profesi Hukum , Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.

INTERNET

Harian Orbit, 2011, Dua Jaksa Kejatisu Langgar Kode Etik Dicopot, diakses dalam (http://www.harianorbit.com/dua-jaksa-kejatisu-langgar-kode-etik-dicopot/, pada tanggal 19 maret 2013 pukul 20.00 WIB).

Hukum Online, 2010, Ditengarai Markus, Seorang Jaksa Terancam Dipecat, diakses dalam (http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c6d20d076261/ditengarai-markus-seorang-jaksa-terancam-dipecat, pada tanggal 19 maret 2013, pukul 19.23 WIB).

Keuangan Lsm, 2011, Terapkan Sanksi Sosial, diakes dalam (http://keuanganlsm.com/berita/kabar-media/terapkan-sanksi-sosial/, pada tanggal 19 maret 2013, pukul 20.00 WIB).

PERATURAN

Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : PER-067/A/JA/07/2007 Tentang Kode Perilaku Jaksa.

About these ads

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: